RHK Jumat, 11 Maret 2022
Yesaya 58:11
Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa Amerika Serikat adalah negara yang sangat besar, digdaya dan adijaya. Bangsa yang sangat maju, bahkan kemajuannya sangat cepat. Itulah sebabnya, Amerika menjadi kiblat atau standar kemajuan berbagai bangsa di dunia.
Ketika China maju seperti sekarang dan mulai "mengancam" persaingan dalam berbagai bidang Amerika, sesungguhnya mereka menjadikan Amerika sebagai patokan atau standarnya. Mereka belajar dari Amerika. Makanya banyak pemimpin bangsa menyebut Amerika sebagai pemimpin (negara-negara) dunia.
Tapi tahukah kita mengapa Amerika Serikat bisa semaju dan sehebat sekarang? Ternyata, sejarah membuktikan bahwa negeri paman sam itu dibangun dengan dasar iman yang kuat. Mereka melandasi kehidupan bernegaranya pada iman yang teguh kepada Kristus.
Beberapa waktu setelah Amerika merdeka, presiden pertamanya yakni George Washington, memiliki program iman sebagai landasan kehidupan negeri itu. Dia menetapkan tanggal 19 Februari 1795 sebagai hari merendahkan diri, berdoa dan berpuasa dengan sungguh-sungguh. Dia menyerukan kepada segenap masyarakat bangsa Amerika, untuk berdiam diri, melakukan perenungan, intropeksi diri dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Semua orang, mulai dari pemimpin tertinggi sampai yang paling rendah, tuan-tuan dan budak-budak, harus tunduk di hadapan Tuhan, berdoa dan berpuasa. Tidak boleh melakukan apapun selain menghadap Tuhan dalam kerendahan hati. Bahkan hewan, kambing dan binatang pun tidak boleh makan.
Itulah gebrakan Presiden Pertama sekaligus tokoh pejuang kemerdekaan Amerika, dalam membangun negerinya. Tuhan, dia tempatkan pada posisi yang paling tinggi dan dasar kehidupan berbangsa dan bernegaranya.
Presiden kedua, John Adams melanjutkan lagi program yang sama dalam kepemimpinannya. Dia menyerukan hari merendahkan diri, berdoa dan berpuasa kepada Tuhan, pada tanggal 9 Mei 1798.
Hal ini kemudian menjadi tradisi yang baik. Ketika Abraham Lincoln menjadi presiden, pada tanggal 30 April tahun 1863, Amerika Serikat kembali melakukan tradisi atau ritual imaniah itu. Model, bentuk atau caranya juga sama.
Jadi Amerika sesungguhnya dibangun dengan tradisi ke-Kristen-an yang kuat. Bukti lainnya adalah, di setiap uang dollar Amerika tertulis (in God we trust" (dalam Tuhan kami percaya). Juga kata di akhir pidato mereka selalu menyebut: "God bless Amerika" (Tuhan Yesus memberkati Amerika). Dan, mereka menuai hasil karya iman dengan menjadi negara adidaya, hingga kini.
Firman Tuhan hari ini terbukti. Bahwa jika kita bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, dan melandasi segala sesuatu kepada Tuhan, merendahkan diri di hadapan-Nya berdoa dan berpuasa dengan baik dan benar, maka Allah akan memuaskan dan membaharui kita dengan kekuatan-Nya yang ajaib, dan menjadikan kita seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang menjadi berkat bagi banyak orang. Itu jugala h yang terjadi bagi bangsa Amerika. Mereka jadi pemimpin bangsa-bangsa tapi jadi berkat bagi banyak bangsa dan umat manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan." (ay 11)
Janji Tuhan selalu yah dan amin. Dia tidak pernah berubah, dahulu, sekarang sampai selama-Nya. Hukum dan kasih-Nya tetap berlaku. Kekuasaan-Nya tetap tak terbatas.
Seruan Allah lewat nabi Yesaya itu terbukti bagi Amerika. Mereka menikmati kasih karunia Allah yang luar biasa melakukan doa puasa seperti bangsa Niniwe. Mereka bertobat dan berbuat baik kepada sesama, dimulai dari pemimpin, hingga budak-budaknya. Maka Allah mengampuni dan memberkati mereka.
Kitapun demikian. Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, introspeksi, bertobat dan mau hidup sesuai kehendak firman Tuhan, maka kita akan mendapatkan keselamatan dan mewarisi kasih karunia, berkat rahmat dan anugerah Kristus, seperti yang disampaikan nabi Yesaya. Amerikalah buktinya.
Bukan kultus, tapi fakta. Bahwa orang, keluarga bahkan bangsa yang mendasari hidupnya pada takut Tuhan, akan diganjar berkat melimpah dan kasih yang tiada bertara. Termasuk kita, dalam kekinian.
Maka bawalah hidup kita dan keluarga pada jalan Tuhan. Lakukan segala kehendak-Nya. Muliakanlah Dia dalam roh dan kebenaran di tengah praktik hidup yang berkenan pada--Nya. Sebab dengan demikian, kita akan dipuaskan dan dibaharui-Nya bersama keluarga dalam segala hal. Amin
Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami tekun mencari Engkau, mau hidup seturut kehendak-Mu dan selalu memuliakan Kristus. Amin